Bahagia adalah hampir bahagia.
Bukan kalimat bikinanku sendiri, melainkan kutipan dari sebuah cerpen karya Iwan Simatupang (berjudul Merahnya Merah). Aku belum pernah membaca cerpen itu, namun kutipan yang satu ini terasa sangat istimewa.
Bahagia adalah hampir bahagia.
Sedangkan hampir bahagia adalah menunggu. Menunggu bahagia akan datang.
[Tidak mudah memahami filosofi itu. Tapi kalau kamu sedang nganggur, cobalah resapi dan temukan kebenarannya].
Sensasi kebahagiaan itu ada saat kita punya suatu harapan di depan sana bahwa kita akan bahagia. Saat kita mempunyai mimpi untuk mencapai sesuatu dan sekaligus memiliki faktor ketidakmampuan di sana. Saat mimpi/ingin itu tercapai, sensasinya akan pudar. Saat kita nggak lagi nggak mampu meraih sesuatu, bahagia itu nggak terasa istimewa lagi (Julia Roberts pernah bilang, dia kehilangan semua kesenangan berbelanja saat dia bisa membeli segalanya).
Bahagia adalah hampir bahagia. Mungkin... secara matematis bisa digambarkan dengan rumusan limit.
|
Limit |
x = pemenuhan/pencapaian mimpi/harapan |
|
x à Bahagia |
Seringnya kebahagiaan memang datang dari hal-hal sederhana. Tapi bukan berarti kalau hidup kita tidak sederhana kita nggak berhak bahagia. Beberapa tahun lalu (kalau nggak salah waktu SMA), aku pernah menulis besar-besar di diaryku:
Orang yang cantik
Orang yang pintar
Orang yang kaya
Punya kesempatan lebih untuk bahagia
Aku nggak bilang kalau kecantikan (atau ketampanan), kepintaran, dan kekayaan bisa menjamin kebahagiaan seseorang. Tapi sampai detik ini aku sangat percaya kalau pikiran masa remajaku itu benar. Orang-orang yang memiliki salah satu, salah dua atau ketiganya memang memiliki KESEMPATAN LEBIH untuk bahagia dibanding orang yang nggak cantik dan/atau nggak pintar dan/atau nggak kaya.
Untungnya, hidup mengajarkan satu cara paling gampang untuk bahagia; membuat orang lain bahagia. Beberapa waktu lalu aku ngasih kado buat seseorang. Orang itu sama sekali nggak menduga mendapat kado itu. Matanya, senyumnya… memancarkan kebahagiaan dengan sangat. Ekspresi keterkejutannya begitu jelas hingga aku sendiri terbawa untuk tersenyum lebar. Aku bahagia. Dan aku telah memupuk hubungan baik dalam "rekening hubunganku dengan dia".
Kamu punya kesempatan untuk membuat orang lain bahagia. Surprisingly, that is also a chance to make yourself happy. So simple, ya?
Finally… enjoy your life. Life is so short. Jangan terlalu memusingkan pikiran-pikiran negatif otak kita. Before we run out of time...
Dan... impikanlah sesuatu... sebab bahagia adalah hampir bahagia.
KONTRA
Bahagia adalah ketika bahagia. Kita merasakan kebahagiaan tepat saat impian/keinginan kita tercapai, dan mungkin beberapa saat sesudahnya... dan mungkin juga beberapa saat sebelumnya.
Kalau bahagia adalah hampir bahagia, lalu apa nama momen saat kita mencapai kebahagiaan itu? Apakah saat itu kita sudah tidak bahagia?