Kenapa? Kenapa harus berhenti bertanya kenapa? Sebab seringkali pertanyaan-pertanyaan itu tidak memerlukan jawaban, bahkan lebih ekstrim lagi tidak memiliki jawaban. Ada hal-hal yang saat kita berhenti menanyakan kenapa, justru akan membuat hidup kita lebih mudah.
Berhenti menanyakan kenapa. Kenapa aku dilahirkan. Kenapa aku perempuan. Kenapa aku cantik. Kenapa aku bodoh. Kenapa aku kaya dan miskin di saat yang bersamaan. Kenapa aku sendiri. Kenapa aku bahagia. Kenapa aku marah. Kenapa dia menyukaiku. Kenapa mereka mencibirku. Kenapa aku keluar dari rahim ibu yang itu. Kenapa aku suka hitam. Kenapa aku ingin berumur panjang. Kenapa aku ditempatkan di negeri ini. Kenapa kulitku coklat. Kenapa rambutku hitam. Kenapa kelinci telinganya panjang. Kenapa bumi berputar. Kenapa bintang bersinar.
Nggak perlu merenungkan kenapa bintang bisa tergantung di langit.
Nggak perlu pusing memikirkan kenapa susu berwarna putih.
Nggak perlu menanyakan... kenapa aku mencintai dia.
Mulai saat ini, ada baiknya untuk mencoba berhenti bertanya kenapa, dan mulai melakukan hal-hal yang lebih berarti, dan tidak membuang-buang waktu dan pikiran. Sebab kadang saat kita termenung terlalu lama untuk mencari jawaban dari banyak kenapa, kita jadi tidak tahu kapan harus memulai bangkit dan berdiri meneruskan hidup.