Bekerja dengan cinta
Bagai Sang Pencipta
membentuk citra insaniNya
Satukan dirimu seutuhnya
Potongan lirik lagu "HEY" milik Kla Project itu menyadarkanku di suatu hari, saat aku muak dengan pekerjaanku. Saat aku merasa tidak berada di tempat yang kuinginkan, mengerjakan hal-hal yang tidak kusukai. Saat aku mulai melakukan pekerjaan dengan setengah hati. Memenuhi tugas dengan perasaan tanggung. Menyelesaikan tanggungjawab tanpa memikirkan esensinya.
Dan aku... tidak mendapatkan apa-apa dengan perasaan dan sikap itu. Aku semakin terpuruk dengan ketersesatanku. Aku semakin tersiksa dengan ketidakikhlasanku. Hingga... lirik itu datang memenuhi pendengaranku, mengaliri nadiku, merasuki otakku, dan aku mengerti.
Bekerja dengan cinta.
Ada kekuatan-kekuatan di luar kehendakku yang membawaku ke sini. Ini adalah jalan, atau tepat singgah yang harus kujalani. Dan untuk membuatnya berarti aku harus menjalaninya dengan rasa ikhlas. Dengan rasa cinta.
Kalaupun suatu hari nanti aku menjadi orang yang beruntung---orang yang menemukan jalan dan tempat yang kuinginkan---aku tidak akan menyesali tahun-tahun yang kulewatkan di sini, di tempat yang tidak selaras dengan nuraniku ini.
Aku akan bekerja dengan cinta. Tuhan mempercayakan padaku sebuah jiwa, sebuah hidup di jagat raya yang mewah ini. Ia dengan cintaNya yang tak ternilai, akan kubalas dengan cintaku yang secuil ini. Aku akan bekerja dengan cinta.
Kerja adalah cinta, yang ngejawantah
Dan jika kau tiada sanggup bekerja dengan cinta
Hanya dengan enggan
Maka lebih baik jika kau meninggalkannya
Lalu mengambil tempat di depan gapura candi
Meminta sedekah dari mereka
Yang bekerja dengan suka cita
(Sang Nabi, Kahlil Gibran)