x : aku memang cinta dia
y : tidak apa. asal kamu bisa menyimpannya dengan baik
x : menyimpannya? aku sudah mengungkapkannya
y : kamu bilang pada dia kalau kamu cinta dia?
x : ya
y : ya ampun! di mana harga dirimu?
Percakapan yang luar biasa... aneh... ya?
Tapi... dunia ini memang makin aneh saja.
Ketika mengungkapkan perasaan menjadi sesuatu yang tabu, ketika mengatakan membenci seseorang lebih baik (dan lumrah) daripada mengatakan mencinta seseorang, aku jadi sungguh-sungguh khawatir. Model hidup macam apa itu?
Orang tidak malu lagi membenci.
Orang mati-matian menyembunyikan cinta.
Hanya demi jaga gengsi.
Hanya demi menjaga harga dirinya tetap bertengger kokoh di singgasana egonya.
Aku miris.
Bukannya cinta jelas perasaan yang lebih mulia daripada benci? Kenapa mesti malu mengakui mencinta dan lebih bangga menyatakan kebencian? Kenapa? Kenapa? Kenapa?
Ketika aku bisa menjadi orang yang dianugerahi kemampuan mencinta dan berbesar hati mengungkapkannya... aku merasa lebih layak disebut sebagai orang yang berani, bukannya tidak memiliki harga diri.
Tapi ternyata dunia tempatku hidup menilai "keberanian"ku itu sebagai tindakan merendahkan harga diri, apalagi notabene sebagai perempuan, yang mungkin, mestinya menunggu saja seorang lelaki datang dan memberi cinta.
"Keberanian"ku itu juga kemudian dihubungkan dengan "kutukan" bahwa Gemini memang lebih suka menyukai daripada disukai. Kupikir itu tuduhan yang tak bertanggung jawab. Mencinta memang menyenangkan. Tapi disukai, sebagaimana dicintai, tetap menjadi anugerah terindah untuk dirasakan manusia yang bernyawa dan berperasaan, termasuk seorang Gemini.
Aku suka menyukai orang lain. Aku suka sensasi yang kurasakan saat mencinta. Tapi tidak berarti aku tidak suka dicintai. Malahan, karena aku pernah merasakan dicintai, kupikir sensasinya lebih menakjubkan.
Karena itulah aku tidak ingin mengekang perasaanku. Meski orang menilainya sebagai perbuatan merendahkan harga diri, aku ingin menjadi orang yang berani mengungkapkan cinta. Mengabarkan padanya betapa dia berarti dalam hidupku.
Alasannya sederhana saja : sebab selalu menyenangkan mengetahui ada orang yang mencintai kita.
13 Mei 2007