Imaginary love…
Ibarat bilangan imajiner yang berada di luar himpunan bilangan real, maka cinta ini jauh dari kenyataan. Seperti halnya bilangan imajiner yang dibuat untuk mendefinisikan akar minus satu, maka cinta ini hanyalah sebuah penafsiran mimpi yang indah.
Cinta ini cuma ada dalam ruang khayalan. Cinta yang tidak akan terwujud, karena memang tercipta tidak untuk diwujudkan. Cinta yang alurnya dibangun dengan sempurna. Hanya ada romantisme. Hanya ada keindahan. Cinta imajiner...
Kamu pun pernah membangun imajinasi itu bukan?
Bahwa kamu memiliki seseorang—yang secara fisik indah—yang bisa kamu andalkan untuk selalu berada di sampingmu. Baik dalam arti sebenarnya [dia menghabiskan banyak kesempatan denganmu], maupun dalam kiasan [dia mendukungmu, melecut semangat, menerimamu…]
Seseorang yang dengan senang hati memberikan apa yang dimilikinya untukmu.
Bahwa dia seseorang yang cerdas. Dia tahu banyak hal tanpa membuatmu merasa bodoh. Dan bersamanya adalah sebuah sekolah gratis tentang kehidupan.
Bahwa dia adalah seseorang yang memainkanmu lagu-lagu cinta, menuliskan syair-syair indah dan dia persembahkan khusus hanya untukmu.
Bahwa dia adalah seseorang yang dengan berbinar menatap matamu dan mengatakan betapa dia beruntung memilikimu [padahal kamulah yang selalu merasa beruntung memilikinya].
Bahwa dia dengan yakin mengatakan kalau kamu bisa, saat semua orang meragukan kemampuanmu. Dia menemanimu ke tempat-tempat yang kamu sukai, dia membuatmu tertawa, dan tertawa atas gurauanmu yang [seringkali] tidak lucu. Dia memberimu ruang saat kamu perlu sendirian untuk sejenak—memikirkan sendiri hidupmu.
Dia membuatmu merasa aman dan nyaman saat dia di sisimu. Lebih dari itu semua, dia membuatmu menjadi versi terbaik dari dirimu—tanpa kamu berusaha menjadi seperti orang lain.
Dan… adakah seseorang seperti itu?
Sepertinya… dengan berat hati [tapi cukup yakin] kukatakan: tidak. Seseorang dengan kualifikasi seperti itu tidak ada. Dan tidak akan pernah ada.
Jangan protes kalau kamu merasa kamu punya orang seperti itu atau kamu menginginkan kehadiran orang itu. Karena seperti sudah kukatakan sejak awal, itu tadi hanyalah sekelumit cerita tentang cinta imajiner—yang tentu saja terlahir dari imajinasi saja dan dibuat seindah mungkin..
Kenyataannya, Tuhan belum menciptakan orang sesempurna itu. Dan bukankah tidak ada orang yang sempurna?
Bisa saja ada orang yang cakep bukan main, pintar, romantis, tapi sayang sekali suka main-main dengan urusan cinta. Ada juga yang setia dan memuja kita, tapi [hmm] physicly nggak oke. Atau kaya bukan main tapi bego… Dan ada berbagai kombinasi yang berjuta ragamnya.
Lucu, ya?
Kamu memang boleh mencari yang terbaik yang pernah tercipta. Tapi kamu harus tahu bahwa mencari seseorang yang terbaik untukmu itu tidak mudah. Jangan terlalu terfokus untuk mencari orang yang tepat. Cobalah untuk menjadi orang yang tepat. Makanya… kalau kamu sudah menemukan seseorang yang 'klik' denganmu, yang bersama dia kamu nggak perlu berpura-pura menjadi seperti orang yang bukan kamu, dan kamu nyaman berada di dekatnya… well… jangan sia-siakan kehadirannya.
Posted at 4.1.06 by truelia