Dunia ini luas. Kumohon jangan bilang dunia ini sempit apalagi menganalogikannya dengan lebar daun kelor. Betapa meremehkannya pepatah itu. Dunia yang terbentang seluas ini harus ditelan metafora sebuah daun. Daun kelor lagi!
Kamu! Ya, kamu yang bilang dunia ini sempit!! Tunjukkan di mana letak sempitnya. Apa karena begitu banyak kejadian kamu ketemu dengan orang-orang baru yang ternyata punya benang merah denganmu?
Ah, ayolah. Jangan menilai dari hal sesederhana itu. Kamu bahkan belum bertemu orang di seluruh kota ini, bukan?
Jika dunia ini sempit, kenapa aku merasa begitu kecil karena menapak di sini-sini saja? Kenapa aku belum merasakan salju? Kenapa aku belum melihat Sakura? Kenapa ada yang disebut Savana? Gurun? Aduh... belum. Aku belum merasakan itu semua. Jika dunia ini sempit, seperti katamu, bukankah mudah menjejakkan kaki di sana?
Dunia ini luas, teman. Sungguh. Jagat raya lebih luas lagi. Jadi, mulai sekarang, mari kita sama-sama lebih bijaksana memandang dunia ini. Mari kita menghargai dan memuji Penciptanya--satu-satunya yang berhak mengatakan dunia ini sempit.