Selalu ada kejadian dalam hidup kita yang menghalangi kemajuan kita : suatu trauma, kelelahan yang sangat menyakitkan, kekecewaan dalam cinta, bahkan kemenangan yang tidak kita pahami, bisa membuat kita menjadi pengecut dan menghalangi kita bergerak maju.
Sebagai bagian dari proses untuk menambah kekuatan tersembunyi kita, seseorang pertama-tama harus membebaskan dirinya dari titik menyerah itu, dan untuk melakukan itu dia harus meneliti seluruh hidupnya dan meneliti di mana titik itu terjadi.
Salah satu yang kusuka dari RIVAL adalah puisi-puisi yang kubuat. Kata-katanya sederhana, kontemporer, dan mengena ke hati. Ya… AKU PUN NANGIS… adalah salah satunya.
Kusangka hari ini turun hujan
Mendung sangat
Langit kelabu nampak muram
Tapi angin nakal lewat
Langit nggak jadi nangis
Aku yang nangis
Kusangka aku mendapat cinta
Ia udah di depan mata
Matanya lembut bercahaya
Tapi nenek sihir beraksi
Mantrai sim salabim
Aku pun nangis
ALAN VERSUS ERIN
Dan yang menakjubkan dari semua itu adalah: aku sedang jatuh hati padanya. Pada dia yang tidak cantik itu! Ini belum pernah terjadi dalam catatan kisah cintaku. Karena itu kusimpan baik-baik rasa ini, jangan sampai beritanya terbang terbawa mulut dan telinga yang haus gosip. Bukannya aku malu, hanya saja… ini tidak biasa.
SMOKE-FREE AREA
“Don, anggap ini kontes.”
Kontes? Aku mengernyitkan dahiku.
“Bisa berhenti merokok berarti menang.”
“Hadiahnya?”
“Tentu saja kamu jadi sehat.”
“Itu saja?” tanyaku nakal.
“Mm… nggak.”
Nggak? Dia punya jawaban untukku?
Being 17 disukai karena ke”dalam”annya. Setidaknya begitu kata banyak pembacanya. Mungkin karena banyak terinspirasi perasaan pribadi… Sedalam apa? Mungkin cuplikan di bawah ini bisa memberi satu gambaran.
Yan, aku bener-bener sayang sama kamu, kataku dalam hati.
Sepanjang sisa perjalanan kusandarkan kepalaku ke punggung Rian. Perlukah alasan untuk menyayangimu, Rian?
Kukira alasannya hanya satu: karena kamu adalah Rian.
Andre memang tidak semanis dan seromantis Rian, tapi kami ini dua orang yang benar-benar saling melengkapi satu sama lain. Ibarat puzzle, kami sebenarnya sudah lengkap, kami hanya perlu menatanya dengan benar.
This is my ImaGination RooM. My JouRnal. My ThouGhts. My dReaMs. My oh My...
Tentang Minggu Ini
Lagu
Vuelve (Ricky Martin)
Perasaan
Incredibly... wonderful
Tontonan
Rain Man, Holiday, Catch and Release, The Queen (Meg Ryan)
I believe that soulmates do exist. That there is truly someone made for you. But it's still up to you to make the choice if you're going to do something about it or not. We may meet our soulmates by chance, but loving and staying with our soulmates is still a choice we have to make.
Satu lagi serangkaian kalimat klise yang indah dan menyejukkan hati. Kamu, percaya kah kamu akan keberadaan soulmates? Satu belahan dari dirimu yang akan melengkapi jiwamu, hatimu, hidupmu? Tahukah kamu cara mengindentifikasi orang ini? Bagaimana cara mengetahui orang yang separuh jiwanya adalah milik kita?
Apakah itu adalah dia yang bisa menghabiskan malam-malam yang panjang dengan percakapan yang tidak ada habisnya? Ataukah justru dia yang hanya dalam diam bisa mengerti dan memahami kita? Ataukah dia dengan selera dan kecintaan yang sama dengan kita? Ataukah dia yang dari matanya kita bisa berkaca? Ataukah semua kriteria itu menjadi satu? Ataukah ada kriteria-kriteria lain yang tidak sederhana? Ataukah tanpa kriteria?
Aku telah bertemu banyak orang. Beberapa istimewa dan bertahan lama di hati. Adakah di antara mereka adalah belahan jiwaku? Aku ingin mengetahuinya. Aku ingin jawabannya terpapar di hadapanku sehingga aku tidak salah menentukan langkah. Aku ingin nama yang telah tertulis di buku takdirku itu bisa kubaca. Hingga aku bisa mencarinya dan mengatakan padanya kebenaran itu : bahwa aku adalah belahan jiwanya.
(bersambung)
Posted at 26.11.06 by truelia
trueLia December 1, 2006 08:53 PM PST Hahaha... gak bohong kok Anin! Aku emang rencananya gak online sampai 6/12/06. Postingan ini udah kusiapin dari seminggu lalu dan ku-set untuk publish tiap tgl genap. Tapi hari ini aku beruntung, bisa escape!
Soal soulmates... we talk about it later!
Kris... are you?
Kristopher David November 27, 2006 04:09 PM PST Akhirnya aku menemukanmu , Li...
Anin! November 27, 2006 03:16 PM PST (Pembohong! Katanya lagi enggak bakal online sampai tanggal 6 desember! Huuh, bagaimana sih? Padahal aku sedang menyiapkan komentar-komentar kejutan! Jadi saja gagal!)
Hmm, aku enggak percaya pada soulmate. Aku selalu percaya kita bisa jatuh cinta pada siapa saja. Tunggu, mungkin itu karena aku terpengaruh sama game-game simulasi dari jepang sono. Eh, mestinya aku jangan ngaku, ya?
Tapi sungguh. Kadang aku sendiri ngerasa, enggak peduli siapa, asal ada satu orang yang bisa menyayangi diri kita saja itu sudah cukup. Terlalu banyak kriteria malah bikin kita pengen banting-banting kepala.