Waktu berjalan lambat akhir-akhir ini. Entah kenapa. Dan yang membuatku nggak betah dengan 'kelambatan' itu adalah bahwa aku tidak melaluinya dengan perasaan bahagia. Otakku sedang capek. Hatiku sedang penat. Atau jangan-jangan karena itulah waktu SEAKAN berjalan lebih lambat dari biasanya?
Mungkin.
Aku ingat, dulu aku pernah merasakan waktu berjalan lebih cepat dari biasanya. Dan sepertinya itu adalah saat aku sedang merasakan kegembiraan. Entah itu karena aku sedang bersama orang-orang penting dalam hidupku, atau saat aku sedang melakukan hal-hal yang kusukai. Yang jelas, aku tidak ingin waktu berpacu terlalu cepat.
Lalu sekarang aku harus bagaimana? Aku sama sekali nggak punya kuasa untuk mengatur waktu. Aku cuma bisa menjalaninya. Berusaha menikmatinya. Meski akhir-akhir ini nggak terasa nikmat.
Membunuh waktu dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan...
Omong kosong! Orang bijak mana yang mengatakan itu? Hal-hal menyenangkan itu sendiri sudah hilang entah kemana gara-gara waktu yang seolah bergerak dengan sloooww moootiooonnn…
Dan waktu itu sendiri sesuatu yang absurd. Sebuah istilah saja untuk menafsirkan detik, menit, jam, hari… dan seterusnya. Tapi… detik, menit dan jam itu juga 'cuma' istilah saja. Lalu makhluk macam apa sebenarnya waktu itu? Kenapa hidupku sangat bergantung padanya?
Katanya, waktuku merasakan kefanaan dunia ini sudah ditetapkan. Katanya, waktuku untuk hengkang dari bumi ini pun sudah ditulis dalam catatan takdirku. Katanya, waktu ini tidak bisa berputar kembali. Ah, kata siapa sih? Kata Sang Penciptaku kah? Sepertinya iya. Wah, kalau begitu aku harus percaya dong.
Ada teori tentang waktu yang menggelitikku untuk berpikir. Bahwa sebenarnya hidup kita tak lebih dari kumpulan semesta yang tak terhingga banyaknya. Semesta detik ini, semesta detik berikutnya... Jadi sebetulnya waktu itu tidak berjalan kemana-mana. Kita yang sekarang menjalani semesta ini, lalu di saat yang lain kita sudah ada di semesta yang lain. Begitu. Rumit? Em, memang.
Konsep semesta itulah yang menjadikan kita—menurut para ilmuwan—mungkin untuk melakukan perjalanan ke masa lalu atau bahkan masa depan. Mungkinkah, menurutmu?
Well, why not?
Dulu, misi ke bulan juga dianggap mustahil terjadi. Tapi kenyataannya...
Dulu, manusia bisa 'terbang' itu khayalan saja. Tapi Wright bersaudara justru membalikkan fakta itu...
Dulu... banyak hal yang disangsikan terjadi... bisa terjadi...
Sekarang...
Mau tidak mau kita harus menerima kenyataan bahwa sampai detik ini kita belum bisa melakukan perjalanan menembus waktu itu. Atau lebih tepatnya menembus ruang? Semesta yang berbeda? Tapi suatu saat nanti saat itu akan tiba. Ini cuma masalah waktu. Ah, waktu lagi, waktu lagi..
Posted at 20.2.05 by truelia
Permalink