Kalau ingin dikabari setiap ada tulisan baru, register alamat email kamu
[lihat baris terbawah kolom sebelah kiri ini]







<<<< See wHat iT Did tO yOu >>>>



Satu-satunya Kepastian adalah Ketidakpastian






Amalia Suryani




Pemikiran Indah Paulo Coelho

Acomodador

...atau titik menyerah

Selalu ada kejadian dalam hidup kita yang menghalangi kemajuan kita : suatu trauma, kelelahan yang sangat menyakitkan, kekecewaan dalam cinta, bahkan kemenangan yang tidak kita pahami, bisa membuat kita menjadi pengecut dan menghalangi kita bergerak maju.
Sebagai bagian dari proses untuk menambah kekuatan tersembunyi kita, seseorang pertama-tama harus membebaskan dirinya dari titik menyerah itu, dan untuk melakukan itu dia harus meneliti seluruh hidupnya dan meneliti di mana titik itu terjadi.


My Recent Sweet Song



Two Way Monologue Lyrics







Salah satu yang kusuka dari RIVAL adalah puisi-puisi yang kubuat. Kata-katanya sederhana, kontemporer, dan mengena ke hati. Ya… AKU PUN NANGIS… adalah salah satunya.


Kusangka hari ini turun hujan
Mendung sangat
Langit kelabu nampak muram

Tapi angin nakal lewat
Langit nggak jadi nangis
Aku yang nangis

Kusangka aku mendapat cinta
Ia udah di depan mata
Matanya lembut bercahaya

Tapi nenek sihir beraksi
Mantrai sim salabim
Aku pun nangis






ALAN VERSUS ERIN

Dan yang menakjubkan dari semua itu adalah: aku sedang jatuh hati padanya. Pada dia yang tidak cantik itu! Ini belum pernah terjadi dalam catatan kisah cintaku. Karena itu kusimpan baik-baik rasa ini, jangan sampai beritanya terbang terbawa mulut dan telinga yang haus gosip. Bukannya aku malu, hanya saja… ini tidak biasa.

SMOKE-FREE AREA

“Don, anggap ini kontes.”
Kontes? Aku mengernyitkan dahiku.
“Bisa berhenti merokok berarti menang.”
“Hadiahnya?”
“Tentu saja kamu jadi sehat.”
“Itu saja?” tanyaku nakal.
“Mm… nggak.”
Nggak? Dia punya jawaban untukku?




Being 17 disukai karena ke”dalam”annya. Setidaknya begitu kata banyak pembacanya. Mungkin karena banyak terinspirasi perasaan pribadi… Sedalam apa? Mungkin cuplikan di bawah ini bisa memberi satu gambaran.


Yan, aku bener-bener sayang sama kamu, kataku dalam hati.
Sepanjang sisa perjalanan kusandarkan kepalaku ke punggung Rian. Perlukah alasan untuk menyayangimu, Rian? Kukira alasannya hanya satu: karena kamu adalah Rian.


Andre memang tidak semanis dan seromantis Rian, tapi kami ini dua orang yang benar-benar saling melengkapi satu sama lain. Ibarat puzzle, kami sebenarnya sudah lengkap, kami hanya perlu menatanya dengan benar.






This is my ImaGination RooM. My JouRnal. My ThouGhts. My dReaMs. My oh My...



Tentang Minggu Ini

Lagu
Vuelve
(Ricky Martin)


Perasaan
Incredibly... wonderful

Tontonan
Rain Man, Holiday, Catch and Release, The Queen
(Meg Ryan)


TV Show
News, Empat Mata

Buku
Kumpulan Cerpen : Pengakuan
(Anton Chekov)





entri CINTA

Cinta Imajiner
Soulmates
Soulmates 2
Cinta Yang Berbeda
Cinta (tidak) Buta
Cinta di Penghujung Tahun


entri SPIRITUAL

Bekerja dengan Cinta
Pembohong
Berhenti Bertanya Kenapa
Obrolan Gila
Tentang Waktu
Sembunyi
Lilin
Romantisme Allah
Arti Bahagia
Dunia Ini
Testimonial


entri PUISI

Kangen
Kangen Lagi
Tak Seperti
Faith
Manusia Setengah-Setengah
Dia... Kata-kata
Suara
Dinamika



entri VIEW

Cerita dari Pulau Dewata
Monas




onLine fRiEndS

Ade Kumalasari
Donna Widjajanto
Donny Reza
Eijeisan
Kris Tasrin
Eqi Chantique
Foens
Luna Torashyngu
Meisiska Vemilia


Sering nge-Klik

Yahoo Mail
Dewa 19
Friendster
Gramedia
Cerita 100 Kata
Indosiar
Tiket Kereta



Word of the Day

Quotation of the Day

Hangman



Free Hit Counter



   

<< October 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed

Friday, October 06, 2006
Valley

I

Mestinya bisa kutulis sesuatu
Tapi tidak ada yang terlintas lewat otakku
Entah...
Di hadapanku telah terbentang lukisan cantik Sang Pencipta
Di punggungku telah terserap hangat mentari yang menyapa manja
Mungkin ini gara-gara dia
Aku merindukan dia
Memimpikan suatu masa bersamanya
Apa itu dosa?
Mungkin iya
Sebab jika tidak...
Mestinya Ia membiarkanku merasainya

II

Kamu, apa kabarmu?
Di belahan lain dunia kamu kini berada
Dan kamu sedang bahagia
          Aku ingin ikut bahagia
          Tapi egoiskah aku jika
          Memintamu pulang segera
          Sebab aku tidak bahagia
          Saat kamu tidak ada
Kamu,
Ini bukan rindu

Valley, 5 Agustus 2006


Posted at 6.10.06 by truelia
Comment (1)  

Wednesday, October 04, 2006
Romantisme Allah

Ramadhan, bulan di mana Allah meluaskan segala ke-Maha Kasih-Nya, Romantisme-Nya. Lewat beberapa hadist qudsi Allah berfirman tentang kasih sayang-Nya yang berlipat-lipat dalam Ramadhan.

"Wahai Ibnu Adam, jika dosamu mencapai ketinggian langit kemudian engkau datang kepada-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku, Aku akan ampuni engkau seberapa banyak pun dosamu dan Aku tidak peduli. Wahai Ibnu Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, niscaya Aku datangi engkau sepenuh bumi ampunan. Wahai Ibnu Adam, jika engkau menyeru dan meminta-Ku, Aku ampuni kesalahanmu dan Aku tidak peduli."
(HR. Turmudzi)

"Jika hamba-Ku mendekat satu jengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta. Jika hamba-Ku mendekat satu hasta, maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa. Jika hamba-Ku mendatangiku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari."
(HR Bukhari)

"Seorang hamba melakukan dosa dan mengatakan 'Ya Tuhan aku telah berdosa, ampunilah aku...' Maka Allah berfirman, 'Hamba-Ku mengetahui bahwa dia mempunyai Rabb yang mengampunkan dosa dan menghitung dosanya. Aku bersaksi pada kalian (para malaikat) bahwa Aku telah mengampuninya'. Tapi kemudian hamba itu melakukan dosa kembali dan mengatakan seperti yang dikatakannya semula. Maka Allah SWT menjawabnya dengan jawaban yang sama. Hingga keempat kali kondisi itu berulang, Allah SWT berfirman, 'Tulislah oleh kalian (para malaikat), bagi hamba-Ku ampunan yang tidak pernah hapus. Maka biarkanlah hamba-Ku melakukan apa yang ia inginkan."
(HR Bukhari)


Posted at 4.10.06 by truelia
Ada komentar?  

Monday, October 02, 2006
Cinta (tidak) Buta

Kalau kamu merasa jatuh cinta dan kamu merasa buta, maka ketahuilah, itu bukan cinta.

Lalu bagaimana kamu menjelaskan saat aku jatuh cinta pada seseorang dan aku tidak peduli dengan segala keburukannya?

Tidak peduli? Itu namanya buta, dan itu bukan cinta.

Lalu apa kalau bukan cinta?

Apa saja. Suka, naksir, nafsu, rasa ingin memiliki, kagum, puja...

Lantas bagaimana cinta menyikapi keburukan seseorang yang dicintainya?

Cinta menerimanya. Bukannya tidak peduli. Cinta sungguh peduli dengan keburukan itu, tetapi ia memilih untuk menerima dan memaklumi. Itu yang dilakukan cinta.
Ketahuilah, lawan dari cinta bukanlah benci melainkan ketidakpedulian. Jadi jika kamu mengatakan mencintai seseorang sekaligus tidak peduli pada keburukannya, sekali lagi kukatakan, itu bukan cinta.

Jadi, cinta tidak buta?

Tidak pernah. Cinta punya mata yang jauh lebih awas daripada indra matamu.

Aku mencintaimu.

Kamu tidak mencintaiku. Kamu hanya mengagumi aku. Lagi-lagi, itu adalah perasaan yang berbeda.

Kamu membuatku bingung.


Posted at 2.10.06 by truelia
Comments (5)  

Wednesday, September 27, 2006
Suasana Ramadhan

Aku nggak pernah merasakan Ramadhan sesepi ini. Tidak, seingatku nggak pernah. Termasuk saat aku kos di Surabaya, aku tidak merasa sesepi dan sesendiri ini. Mungkin karena Ibu kos dan teman-teman kos dulu sudah selayaknya keluarga kedua buatku.

Aku merindukan suasana Ramadhan seperti itu.

Sepertinya, inilah saatnya. Mendapat giliran merasakan kekosongan saat menjalani bulan intimewa ini. Tidak ada suasana sahur yang hangat. Tidak ada suasana berbuka yang penuh semangat. Semua datar saja. Seperti sedang melakukan puasa Senin-Kamis. Aku merasa sepi. Kalau boleh dikatakan hampa, yah, aku merasa hampa.

Aku merindukan euforia Ramadhan dulu.

Aku seorang penyendiri. Aku jarang merasa sekalut ini saat sendiri. Biasanya aku bisa mengatasinya dengan baik. Biasanya aku baik-baik saja. Tapi yang ini beda. Rasanya pengin nangis saja. Aku sungguh-sungguh nggak sabar menunggu tanggal 21 Oktober tiba, dan mengulang lagi manisnya ber-Ramadhan di rumah. Ya, di rumah.

Gila! Ini yang namanya kurang bersyukur. Masih untung aku bisa sahur, masih untung aku bisa beli makanan buat berbuka, masih untung aku bisa merasakan Ramadhan!! Sementara ada banyak orang dalam kondisi lebih menyedihkan daripada aku bisa menikmati Ramadhan dengan cara yang lebih baik.

Aduuh, ternyata... aku nggak setangguh itu.


Posted at 27.9.06 by truelia
Comments (3)  

Monday, September 25, 2006
Cerita dari Pulau Dewata

Dreamland

Aku terkesan dengan pantai yang rencananya akan menjadi The New Kuta Beach ini. Pantainya tidak sepanjang pantai Kuta memang, tapi sungguh cantik. Ombaknya besar, pasirnya halus, pengunjungnya masih belum banyak. Untuk mencapai pantai ini, kita harus melewati puluhan tangga yang curam dan licin karena tertutup pasir. Sungguh melelahkan, tapi memancing hasrat berpetualang untuk menikmatinya sepenuh jiwa.

Tanah impian. Begitulah konsep yang diusung pengembangnya. Entah bagaimana mereka akan me-make-up pantai ini. Aku sungguh-sungguh berharap Dreamland tidak akan bernuansa modern dan kehilangan ke-idealan-nya sebagai sebuah pantai yang perawan.

Tanah Lot

Tetap anggun. Tetap garang. Tidak banyak yang berubah dari Tanah Lot yang kukunjungi dua tahun silam, kecuali air sedang surut saat itu. Tanah Lot bukan pantai berpasir seperti Kuta, melainkan pantai berkarang dengan beberapa pura di karang-karangnya.

Sekadar saran, jika takdir membawamu ke tempat ini, berjalanlah ke barat. Sebab di sana ombaknya lebih cantik, salah satu karangnya yang berlubang juga bisa jadi obyek kamera yang bakal jadi potret mengesankan.

Hotel di Bali

Konon, hotel-hotel di Bali tidak pernah dibangun bertingkat-tingkat, sebab ada peraturan tidak tertulis (say: adat) yang melarang tinggi bangunan melebihi tinggi pohon kelapa. Up till now, Bali Beach Hotel is the highest building in Bali. I don't know for sure is it three or four floors.

Di bawah ini pemandangan pantai yang dipotret dari ruang rapat Sunset, Hotel Patra Bali.

Jimbaran

Bali adalah surganya makanan laut. Setiap hari makan seafood. Entah itu ikan, kepiting, kerang, udang, dan lain sebagainya. Nggak cuma di Jimbaran, di hotel pun menunya nggak pernah meninggalkan seafood.

Jimbaran adalah tempat makan yang sangat menyenangkan. Meja-meja yang berpenerangan lilin, ditata di sepanjang pantai Jimbaran. Bisa dibayangkan betapa serunya suasana makan malam di tepi pantai kan? Dengan cahaya lilin dan debur ombaknya? Ditambah permainan musik pengamen berbakat yang menyuguhkan musik-musik pantai...

Di kejauhan tampak juga aktivitas take off dan landing di bandara Ngurah Rai. Kamu akan betah berlama-lama duduk di sana. Sayang, fotonya belum bisa di-upload di sini...

Aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu di Bali...


Posted at 25.9.06 by truelia
Comment (1)  

Thursday, September 21, 2006
Takdir

Aku menemukan sebuah tulisan yang bagus tentang takdir. setelah cukup lama dan njelimet berburu pengetahuan tentang takdir. Jujur, sangat sulit menemukan bacaan tentang topik satu ini karena memang jarang ada buku membahas masalah takdir yang notabene rahasia besar Ilahi.

Dan... well, agaknya aku sependapat dengan yang ini. Coba saja baca di link di bawah. Ini tulisan salah satu teman di dunia blog yang nggak sengaja ketemu gara-gara opininya tentang takdir, which is I'm in one board.

http://psychoavatar.blogspot.com/2006/07/takdir-jodoh-rezeki-dan-kematian.html


Posted at 21.9.06 by truelia
Ada komentar?  

Tuesday, September 19, 2006
Kutipan-kutipan

All we have to decide is what to do with the time that is given us.
(JRR Tolkien, dalam : Lord Of The Rings)

Peristiwa hanyalah peristiwa. Kita lah yang menamainya tragedi atau keberuntungan.
(Dewi Lestari, dalam : Supernova; Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh)

Intuisi sebenarnya adalah peleburan jiwa dengan begitu saja ke dalam arus kehidupan universal, di mana sejarah semua manusia saling terkait, dan kita bisa mengetahui segalanya, sebab segalanya telah tertulis di sana.
(Paulo Coelho, dalam : The Alchemist)

Hal-hal baik sering kali tidak dapat diraih dengan mudah, tidak juga datang dengan sendirinya.
(Amalia, dalam : Rival)

Memang banyak hal terjadi tidak sesuai keinginan kita. Tapi belum tentu yang terjadi itu tidak  lebih baik dari harapan kita.
(Amalia, dalam : Being 17)

Impian tinggal impian. Orang harus membuatnya lebih indah, lebih nikmat, dengan mencoba membuatnya jadi kenyataan.
(Kartini, surat kepada Ny. Nelly van Kol, 20 Agustus 1902. Via Pramudya Ananta Toer, dalam : Panggil Aku Kartini Saja)

Tidak seorang pun bisa berbuat apa-apa tentang perasaan; perasaan itu hadir saja dan tidak ada cara untuk menyensornya. Kita dapat menyesali diri karena melakukan tindakan tertentu, memberikan komentar tertentu, tetapi kita tidak bisa menyesali perasaan.
(Milan Kundera, dalam : Identitas)


Posted at 19.9.06 by truelia
Comments (2)  

Monday, September 18, 2006
Crash

Kalau kamu belum nonton film satu ini, well, u really should watch it! Film ini sangat kompleks dan cantik skenarionya.

Crash bercerita tentang konflik antarras yang terjadi di Amerika. Karakter-karakternya sangat manusiawi dan persinggungannya sungguh halus dan wajar tapi sekaligus mengena. Tidak ada peran antagonis dan protagonis di sini. Yang ada hanyalah manusia-manusia dengan sisi buruk dan kebaikan hati di baliknya.

Yang agak mengganggu mungkin hanya pengambilan gambarnya yang sering "goyang" sehingga terasa sedang menonton film dokumenter. Tapi mungkin pembuatnya memang sengaja menjadikannya demikian.

Bicara soal pesan, kupikir lewat film ini menyuguhkan banyak sekali.

Terlihat jelas betapa di balik segala sesuatu selalu ada motif yang mungkin tersamar oleh apa yang tampak. Tersirat juga bagaimana seseorang yang pernah menyakiti kita suatu saat bisa berperan menjadi penolong kita, bagaimana orang yang tidak pernah kita hargai keberadaannya justru menjadi orang yang paling dekat dan dengan tulus memerhatikan kita, bagaimana prasangka seringkali mengantarkan kita pada perbuatan yang tidak bijaksana, bagaimana seorang penjahat pun bisa tersentuh nuraninya dengan cara-cara yang tidak terbayangkan (dalam film ini ia disadarkan setelah diselamatkan calon korbannya).

Film ini juga mengingatkan kita untuk lebih berhati-hati dan menyeluruh (aku mau menuliskannya : komprehensif, tapi kedengeran terlalu gimanaaa gitu) dalam memandang persoalan hidup.

Setiap adegan dalam film ini sungguh penting dan terlalu sayang untuk dilewatkan. Semuanya bermakna. Dan sebagai seorang melankolis, seperti biasa, aku meneteskan beberapa butir airmata di beberapa adegannya.

Menurutku, film ini sangat layak meraih penghargaan Best Picture di Academy Award kemarin.

Posted at 18.9.06 by truelia
Ada komentar?  

Friday, September 15, 2006
Testimonial

Salah satu hal yang saya sukai dan sekaligus tidak saya sukai dalam hidup adalah mengomentari.

Saya suka karena sangat menyenangkan menilai segala sesuatu di sekitar kita, membandingkan sesuatu itu dengan pengetahuan dan cara pandang kita. Menyampaikan reaksi yang muncul di otak kita untuk membaginya dengan orang lain. Entah itu komentar negatif semacam kritik, atau yang positif seperti pujian. Meski efek dari dua komentar itu bisa saling berkebalikan; kritik bisa mendorong ke arah positif dan pujian bisa juga me-negatif-kan arah, tergantung bagaimana si penerima komentar itu menyikapi komentar.

Saya tidak suka mengomentari karena lewat komentar yang keluar dari mulut kita, akan tercermin juga kita manusia seperti apa dan pada akhirnya orang pun akan memberi penilaiannya pada kita berdasarkan komentar itu.  Kita pun harus benar-benar berhati-hati kalau tidak ingin termakan komentar sendiri. Di situ letak tidak sukanya, saya sering lupa diri kalau sedang mengomentari sesuatu; become very subjective.

Salah satu komentar yang akhir-akhir ini sering sekali diminta menuliskannya adalah : testimonial (lebih khusus lagi : di friendster). Namanya juga testimonial, komentar jenis ini pastinya menceritakan kebaikan-kebaikan orang. Memuji, menyanjung, mengagumi, dan sejenisnya. Saya tidak mengatakan suka atau tidak suka melakukannya, tapi yah saya merasa kesulitan. Bukan karena saya harus talk someone up, tapi karena saya tahu benar si subyek akan membaca komentar saya. Itu membuat saya nggak nyaman.

Lucu juga sistem yang dibangun friendster ini ya? Demi untuk melebarkan sayap pertemanan, seseorang memerlukan pendapat orang lain untuk membeber kelebihan-kelebihannya. Sebenarnya sama sekali tidak salah. Sama sekali bukan kebiasaan jelek. Tapi, apakah itu cukup fair?


Posted at 15.9.06 by truelia
Comment (1)  

Thursday, September 14, 2006
Yang Maha Pengasih

Ar Rahman, surat yang istimewa.

Kenapa istimewa? Sebab di dalamnya ada satu ayat yang diulang sebanyak 28 kali [dari 78 ayat]. Kenapa sebanyak itu? Pasti karena ayat itu demikian penting. Dan kenapa 28? Yang itu aku belum tahu alasannya.

Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?

Ya. Nikmat Tuhan mana yang telah kudustakan? Banyak. Mungkin sangat banyak. Aku—seperti kebanyakan manusia lainnya—memang sering lupa untuk menyadari (dan mengakui) betapa Tuhan telah menulis takdir dengan sempurna. Betapa Tuhan telah dengan sangat proporsional membagi rizki bagi makhluk-Nya.

Napas. Indra. Akal. Kesehatan. Penghidupan. Kerabat dan teman-teman. Rasa. Maka haruskan aku terus merasa kekurangan di tengah limpahan rizki itu? Ooh… nikmat mana lagi yang telah kulupakan?

Tuhan telah mengatur segalanya. Masa lalu, sekarang, sampai masa depan. Tuhan senantiasa menciptakan, menghidupkan, mematikan, memelihara, membagi rizki, dan segala kesibukan Ilahiah lainnya. Tuhan tidak pernah lalai. Ya, Tuhan tidak akan pernah lupa. Termasuk padaku (dan tentu saja padamu). Meski aku cuma seorang yang tidak terlalu istimewa. Kenapa Ia tidak melupakan aku? Sebab aku mengasihi-Nya. Lagipula, Dia adalah Sang Maha Pengasih.


Posted at 14.9.06 by truelia
Comments (2)  

Next Page