Entry: Tanah, Air, Api, Udara Wednesday, August 15, 2007



Empat unsur. Bermacam bencana.
Sawah kekeringan. Ombak menggulung ganas. Kebakaran hutan. Kebanjiran. Gempa. Gunung-gunung api terbatuk-batuk menyemburkan abu. Ada apa dengan bumi?

Bumi sedang bergejolak. Entah resah, entah jengah, entah marah. Manusia diam saja, sibuk mengurusi dunia. Termasuk aku yang bisa menulis saja. Dan (kadang) berdoa.

Sedih sekali melihat berbagai bencana yang beberapa waktu terakhir terjadi. Sedih saja? Mungkin lebih dari itu. Tanpa aku tahu bagaimana datangnya, ada rasa malu juga. Pada siapa? Pada mereka yang ditimpa bencana, dan... terutama pada pemilik bumi ini. Membayangkan kekecewaan-Nya atas ulah manusia yang semakin menjadi-menjadi. Apanya? Kesombongannya. Tentang menjadi makhluk paling sempurna yang kemudian menganggap diri berhak mengeruk segala yang ada di bumi.

Aku tidak sedang marah. Aku hanya merasa malu, karena aku salah satu makhluk yang bernama manusia itu. Makhluk yang katanya paling sempurna tapi lebih banyak melakukan kerusakan daripada memelihara, apalagi menjadikan lebih indah.

Aku membuang puluhan liter air sehari untuk mandi dan mengguyur pipis. Aku menggunakan terlalu banyak plastik yang mestinya bisa dikurangi. Aku ikut andil dalam pembantaian ayam dan sapi. Aku memboroskan listrik dan tentu saja merembet ke bahan bakar minyak. Lalu saat aku bertekad melakukan penghematan, muncul perasaan kalau yang kulakukan sia-sia sebab aku merasa berjalan sendirian. Padahal aku tidak sendirian, bukan?

Saatnya akan tiba di mana langit digulung dan bumi diporakporandakan. Dan semakin malu lah aku karena ternyata aku takut.

Jakarta, 14 Agustus 2007

   1 comments

canna edulis
June 1, 2009   10:22 PM PDT
 
klo aku suka kata2 termasuk aku yang bisa menulis saja dan kadang berdoa sma kata2 tentang menjadi makhluk yang paling sempurna
mnurut w tu kata2 bgus...
w bkal mskin ni kta2 ke daftar kata kesukaan w dch

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments